Dokter Gigi Plus Plus … kedua

Komunikasi non verbal acapkali berkaitan dengan bahasa rubuh, isyarat tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi dan gaya berbicara.

Pengalaman sebagai dokter gigi plus kompetensi berkomunikasi dengan menggunakan pola berbahasa hipnotik dan memiliki kepekaan terhadap apa yang tersirat membuat tercapainya tujuan rasa nyaman dan mudah dimegerti oleh penerima pesan.

Kepiayawaian dalam memainkan pola bahasa yang diucapkan klien membuat seorang drg plus plus mampu menghadirkan kondisi hipnosis dengan tanpa membuat klien tidur terlebih dahulu. Selain itu dampak yang diperoleh klien, kondisi mental dan emosi berubah menjadi penuh dengan sumber daya.

Akhirnya klien mengalami perubahan sikap dan makna terhadap dokter gigi. Pola lama klien terhadap informasi momok ke dokter gigi berubah menjadi tamasya ke dokter gigi. Hal ini terjadi karena drg plus plus memiliki ketajaman indra  melalui kompetensi sensory acuity.

Sederhana dan efektif ya…

0 Comments

Add Your Comment: