Dokter Gigi Plus Plus … kesatu

Tentunya beberapa orang penasaran dengan judul ini, walau  mendengar kata dokter gigi, bagi masyarakat awam masih saja menjadi momok. Lucunya fakta di tempat praktek saya, sekalipun belum pernah melihat momok itu, merinding disko dirasakan. Pengalaman lagi membuktikan, ternyata tidak berbanding lurus antara bentuk tubuh dengan keberanian ke dokter gigi. Sering ditemukan body macho, berotot, bahkan dengan tindikan anting di hidung, dan tattoo di tubuh, menjadi bertekuk lutut, pucat pasi ketakutan.

Rasa takut bisa jadi merupakan pesan bawah sadar, untuk memberikan peringatan atas ancaman tertentu yang menggerakkan otak reptilnya terpicu untuk memberikan respon itu. Pada saat signal itu muncul, menghadirkan efek psikosomatis seperti rasa nyeri di perut, sulit menelan, kedinginan, meriang, denyut jantung seperti habis berlari kencang, malas bergerak, mata kabur, bicara jadi gagap, dan sebagainya. Efeknya sangat mengganggu, dan membuat aktifitas terganggu. Bahkan seolah-olah dengan bekal ilmu yang banyakpun membuat buntu pikiran untuk mengontrol diri.

Sejak menjadi seorang drg plus plus, ditemukan fakta bahwa penyebab subjektif rasa takut, akan mengaktifasi reaksi neurologis yang ada di dalam pikiran klien, merupakan mekanisme representasi mental sampai membentuk pemaknaan terhadap suatu peristiwa. Hal inilah yang perlu dikelola untuk mengubah makna terhadap dokter gigi.

Sebelum mengelola orang lain, nilai lebih  seorang drg plus plus tentunya dapat mengelola diri. Komunikasi dari dalam diri drg yang muncul sesaat berhadapan dengan klien dengan rasa takut ini, terkadang bisa membuat goyah dan mematikan kreatifitas,  seperti “Wadduh rempong deh ni pasien…”, “Alamak, lama deh ini bakalan nyelesainnya…”, “Hmmmh, bisa ilang sabarku”. Salah satu cara mudah untuk mengelolanya yaitu dengan memicu tombol kreatifitas dan percaya diri yang telah ditanamkan disalah satu buku jari tangan, sehingga shortcut tombol pemicu akan teraktivasi untuk mengeluarkan sumberdaya dari bawah sadar. Tombol pemicu ini dikenal dengan nama anchor.

Hal ini dapat menambah sukses drg, sejatinya tantangan terbesar dalam membangun komunikasi, selalu dimulai dari mensinergikan komunikasi di dalam diri terlebih dahulu.

Salam plus plus

 

0 Comments

Add Your Comment: