Terapi PARTS

Setiap Individu memainkan dan memiliki banyak peran. Sebagai contoh, saya berperan sebagai seorang ibu dengan dua anak, juga memiliki peran sebagai seorang Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut. Selain itu, saya juga di keseharian,  bekerja sebagai managerial pada suatu Rumah Sakit. Tentunya masing-masing peranan ini memerlukan pengetahuan, pembawaan,  penjiwaan, dan rasa yang berbeda-beda. Pendalaman materinya berbeda-beda.

Belum lagi dengan parts sebagai hypnodontis, memiliki peranan dengan uniknya sendiri. Apa yang terjadi bila tujuan dari masing-masing peran tersebut bertabrakan? Sesensitif apakah kita dapat mengenali tanda-tanda saat parts tersebit tidak sinergy? Bagaimana kita tahu ekologis diatara parts tersebut.

Di dalam tubuh kita, parts itu dapat diwakilkan oleh peranan organ tubuh.

Sebutlah sesaat kita memakan suatu, seperti “Kikil”, mungkin pada satu organ menyatakan ini baik untuk pertumbuhan tulangmu, namun di bagian organ lain menganggap hal ini menjadi suatu yang merugikan kesehatanmu. Apa dampak yang terjadi bila konflik menyerupai ini terjadi dalam kehidupanmu?

Jadi teringat saat melakukan terapi Kala itu,terjadi suatu diskusi dengan seorang klien yang memiliki keluhan berulang dengan matanya yang kian hari kian tak mampu lagi membasahi bola mata. Air matanya mendadak mengering, sehingga memberikan rasa perih dan penampakan mata yang sembab. Beberapa kali disela obrolan diapun meneteskan cairan air mata buatan, untuk membuat matanya selalu basah.

Komunikasipun berlanjut, sampai terjadi komunikasi ke internal diri dengan menggunakan salah satu teknik NLP. Ditemukan adanya suatu keadaan konflik dalam kejiwaannya. Salah satu part-nya, sebagai seorang “Pekerja” menginginkan memiliki uang banyak. Sementara parts sebagai “Orang tua” menuntutnya untuk memberikan perhatian buat keluarga. Pada saat itu, parts “Mata” memberikan efek mengeringkan airmata. Pada saat tahapan berkomunikasi terhadap mata, nlp-er terapi mendapatkan jawaban, sang mata hanya perlu istirahat tidur 8 jam sehari. Ternyata terjadi konflik yang agak alot saat dilakukan sinkronisasi antara parts mata (mewakili perhatian keluarga) dan parts karir. Komunikasi antar parts yang saling bertolak belakang dalam pencapaian hasil, mengakibatkan permasalahan disalah satu bagian tubuh, dalam hal ini ‘mata’. Keselarasan tujuan, perlu ekologis atau tidak di dalam tubuh kita. Bila konflik maka perlu  dilakukan sinkronisasi program, antara part satu dengan yang lain agar berdamai. Akhirnya terapi mata yang dilakukan selama 7 bulan ke dr mata dan tidak membawa hasil, berhasil sembuh dalam 15 menit komunikasi internal.

Terapi NLP yang dapat membuat setiap parts berkomunikasi dapat dilakukan melalui 6 Steps Reframing dan Perseptual position.

0 Comments

Add Your Comment: