Otak kita sangat mudah untuk melakukan recall terhadap suatu peristiwa

Cara kerja otak kita sangat mudah untuk melakukan recall terhadap suatu peristiwa. Berapa banyak dari kita memanggil suatu peristiwa yang tidak memberdayakan diri? Apa yang akan terjadi bila memori ditarik sebagai suatu sumberdaya?

Ada suatu cerita di tempat praktek. Seorang anak usia 7 tahun kelihatan maju mundur dan ogah2an naik ke dental unit dengam suatu ketakutan.

Biasanya di dunia Kedokteran gigi, dokternya akan melakukan bujukan (hmmmh dan ini bisa berlangsung lama). Apalagi setelah melihat keadaan sisa akarnya yang sudah rata sama gusi dan keadaan ini tentunya membutuhan suntikan untuk membuatnya nyaman saat dikerjakan.

Mendadak terlintas sebuah pemikiran apakah anak ini memiliki pengalaman kesemutan di kaki. Senyumpun merebak kala Dia mengiyakan, sambil menunjuk kaki kanannya. (hmmmh bukan suatu kebetulan Dia menunjuk itu).

Sebagai Hypnodontist langsung menangkap peluang, “Masih ingatkah rasanya? Bagaimana mulainya? Atau bahkan bisa mendengar ada bunyi tertentu saat kesemutan itu terjadi. MUNCULKAN sekarang!”.

Anak tersebut sedikit meringis dan memegang kakinya. Kemahiran hypnodontist mengamati hal ini. Akhirnya sugesti dilanjutkan,”Sekarang pindahkan rasa kesemutan itu di bibir dan rasakan rasa kesemutan pindah, tambah lama tambah berat,”. Ntah mengapa dia karena fokusnya sampai menutup mata.

Tak lama tangannya yang menyentuh kaki dilepaskannya. Sebagai tindakan memastikan, Hyonodontist berkata, “Sambil membuka mata pastikan rasa tebal itu berkali lipat di Bibir dan pada saat nanti gigi disentuh kamu tak merasakan apa-apa”.

Akhirnya pekerjaan hari itu gigi dikeluarkan dengan tanpa setetes cairan anestesi dan pasien tetap nyaman dan tersenyum.

#hypnosis #hypnodontics #hypnodontia #ceritahypno #medicalanddentalhypnosis #hypnoanesthesi #fundentist #nlpdontia

0 Comments

Add Your Comment: